Beberapa waktu lalu saya jalan-jalan ke pasar Papringan Temanggung, Jawa Tengah. Pasar ini terletak di desa Caruban,Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung. Pasar ini hanya buka setiap Minggu Wage (35 hari sekali) di pagi hari.
Keunikan pasar ini adalah mata uang yang dipakai bukan rupiah, tetapi mata uang yang terbuat dari pring (bambu) . 1000 rupiah jika ditukarkan sama dengan 1 pring. Dibagian depan pengunjung bisa menukarkan mata uang rupiah mereka untuk diganti dengan pring yang kemudian bisa digunakan untuk transaksi jual beli,
Ini nih mata uangnya
Tenang saja kawan, kalau mata uangnya tidak habis kita belanjakan dapat ditukar lagi dalam bentuk rupiah kok ^^. Mengenai produk-produk yang dijual di sini adalah kuliner tradisional dan hasil kerajinan tangan masyarakat setempat yang kebanyakan bahan dasarnya bambu. Saya sempat mencicipi kuliner Sego Jagung Megono, Pecel dan Kopi khas Temanggung yang diracik oleh barista langsung. Semuanya murah- meriah.Tak lupa saya beli lentheng (kerupuk dari singkong) buat oleh-oleh keluarga di rumah.
Pasar Papringan ini go green sekali gan sis...di sini penjual tidak diperbolehkan menggunakan plastik ya. Sebagai gantinya digunakan daun, bathok kelapa dan piring rotan. Semua makanannya juga dijamin non MSG dan pengawet buatan. Sehat kan.
Monggo yang lagi berkunjung ke Temanggung sempatkan untuk berkunjung ke pasar Papringan dan nikmati kuliner tradisionalnya. Dijamin seperti kembali ke masa lalu.
Kopi khas Temanggung
Suasana Pasar Papringan
Menikmati secangkir kopi di tengah suasana kebun bambu ^^




